Purwokerto – Pustaka Devata tegaskan komitmennya dalam mendukung dan penyebarluasan karya intelektual melalui layanan percetakan buku yang berorientasi pada kualitas dan nilai keilmuan. Komitmen tersebut disampaikan oleh pendiri Pustaka Devata, Hana Anindya tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku non akademik, buku akademik dan karya tulis yang kredibel dan dapat dipercaya.

Hana Anindya menyatakan bahwa keberadaan percetakan buku memiliki peran strategis dalam ekosistem pengetahuan, khususnya dalam menjembatani gagasan penulis dengan pembaca. “Buku bukan sekadar produk cetak, melainkan sarana penting dalam menyampaikan pemikiran, penelitian, dan refleksi kritis kepada publik,” ujar Hana Anindya.

Menurutnya, tantangan industri percetakan saat ini tidak hanya terletak pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga mutu intelektual naskah yang dicetak. Secara tidak langsung, Hana menekankan bahwa percetakan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan substansi karya yang diproduksi.

Devata Pustaka hadir beroperasi di Purwokerto dan daerah disekitarnya untuk melayani pencetakan berbagai jenis buku, mulai dari buku akademik, karya ilmiah, hingga buku populer. Hana Anindya menjelaskan bahwa layanan tersebut ditujukan bagi penulis independen, akademisi, mahasiswa, serta lembaga pendidikan yang membutuhkan proses pencetakan yang profesional dan akuntabel. “Kami ingin menjadi bagian dari proses lahirnya karya-karya yang memiliki kontribusi keilmuan,” tuturnya.

Berdasarkan wawancara Pustaka Devata  bahwa dalam menjalankan operasionalnya, Pustaka Devata menerapkan alur kerja terstruktur dari tahap pra-cetak hingga pasca-cetak. Hana Anindya mengungkapkan bahwa setiap tahapan dilakukan secara cermat untuk memastikan hasil cetak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pernyataan tersebut secara tidak langsung menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga konsistensi kualitas produksi.

Penulis: Salsabilla

Let's Chat!