Purwokerto – Pustaka Devata berikan penjelasan mengenai perbedaan penggunaan International Standard Book Number (ISBN) dan electronic ISBN (e-ISBN) dalam pengelolaan publikasi akademik. Penjelasan ini disampaikan sebagai bagian dari penguatan literasi administratif penerbitan, khususnya bagi penulis dan institusi pendidikan yang memproduksi karya dalam format cetak maupun digital.
ISBN digunakan sebagai identitas numerik untuk buku dalam format cetak, sedangkan e-ISBN diperuntukkan bagi terbitan berbasis elektronik. Keduanya memiliki fungsi pencatatan bibliografis yang berbeda sesuai dengan bentuk media publikasi. Penggunaan nomor identifikasi yang tepat menjadi bagian dari ketertiban administrasi dan pencatatan nasional.
Pendiri Pustaka Devata, Hana Anindya, menyampaikan bahwa “ISBN dan e-ISBN memiliki fungsi yang sama sebagai identitas resmi publikasi, namun penerapannya berbeda sesuai format terbitan. Pemisahan nomor ini penting agar data bibliografis tercatat secara akurat dalam sistem nasional,” ucap Hana.
Hana juga menegaskan, “Setiap format publikasi harus memiliki nomor identitas yang sesuai agar tidak terjadi kekeliruan pencatatan,” tambahnya.
Menurut Hana Anindya, perbedaan tersebut sering kali belum dipahami secara menyeluruh oleh sebagian penulis. Ia juga menjelaskan bahwa ketidaksesuaian penggunaan nomor identitas dapat berdampak pada kekeliruan dokumentasi dan kesulitan dalam penelusuran karya di kemudian hari.
Dalam praktiknya, Pustaka Devata melakukan verifikasi format terbitan sebelum proses pengajuan nomor identifikasi dilakukan. Tahapan ini meliputi pengecekan bentuk distribusi, media publikasi, serta kelengkapan metadata yang diperlukan untuk masing-masing jenis nomor.
Melalui edukasi administratif mengenai ISBN dan e-ISBN, Pustaka Devata mendukung tata kelola publikasi yang terdokumentasi secara sistematis, sesuai standar pencatatan, dan selaras dengan ketentuan penerbitan nasional.
Penulis: Salsabilla