Purwokerto – Pustaka Devata memusatkan penguatan layanannya pada aspek legalitas publikasi akademik melalui pengurusan ISBN, pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta integrasi karya ke dalam sistem Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Fokus tersebut diarahkan untuk memastikan karya akademik memiliki pengakuan administratif dan perlindungan hukum yang jelas.
Pendiri Pustaka Devata, Hana Anindya, menegaskan bahwa legalitas merupakan fondasi penting dalam penerbitan akademik. “Setiap karya akademik perlu memiliki identitas resmi dan pencatatan yang sah agar dapat diakui secara nasional, dilindungi hak ciptanya, serta mudah ditelusuri dalam sistem dokumentasi ilmiah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kelengkapan administratif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab akademik penulis.
Layanan pengurusan ISBN yang difasilitasi Pustaka Devata memungkinkan karya akademik memperoleh nomor identitas internasional sesuai ketentuan. Selain itu, pencatatan HKI dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum atas karya yang dihasilkan. Seluruh proses tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi lembaga terkait dan prosedur yang berlaku.
Hana Anindya juga menyampaikan bahwa integrasi publikasi ke Perpustakaan Nasional memiliki fungsi strategis dalam pelestarian pengetahuan. Ia memandang pencatatan tersebut sebagai sarana arsip nasional yang menjamin keberlanjutan akses terhadap karya akademik serta memperkuat dokumentasi ilmiah di tingkat institusional.
Pustaka Devata menjalankan seluruh layanan melalui alur kerja terstruktur, mulai dari verifikasi persyaratan administratif, pengelolaan data publikasi, hingga pencatatan resmi dalam sistem nasional. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga ketertiban administrasi dan kejelasan status hukum publikasi.
Melalui penguatan layanan berbasis ISBN, HKI, dan Perpusnas, Pustaka Devata berperan dalam mendukung tata kelola publikasi akademik yang tertib, terarsipkan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum serta administratif.
Penulis: Salsabilla