Setiap Kita Akan Di Uji; ujian itu cara indah Allah menghapus dosa dan menghadiahkan kemulyaan setelahnya

Brand :
Rp75,500.00 Original price was: Rp75,500.00.Rp55,000.00Current price is: Rp55,000.00.
Pustaka Devata

ISBN: 978-634-04-5225-9

Cetakan Pertama: November 2025

Ukuran Buku: 15,5 x 23 cm

Jumlah Halaman: viii, 140

Nama Penulis: Dedi Herdiansyah

Editor: Glory

Desain Cover: Dwi Prasetiyo

Layouter: Erina Rahmawanti

 

 

Setiap Kita Akan ...

Loading...

Setiap Kita Akan ...
Category: Brand:
Author: Dedi Herdiansyah

Sinopsis:

Buku ini menyajikan pemahaman mendalam tentang hakikat ujian dalam Islam yang diperkaya dengan bukti ilmiah modern. Ujian dipandang bukan sebagai beban, melainkan mekanisme ilahi untuk menghapus dosa, meningkatkan derajat, dan menghadiahkan kemuliaan. Setiap bab mengaitkan ayat dan hadis dengan riset psikologi, neurosains, dan sosiologi, serta memberikan panduan praktis dan spiritual yang relevan di era modern. Pembahasan mencakup ujian reputasi dan fitnah di era digital dengan strategi menjaga kesabaran, lisan, dan integritas; ujian hati seperti iri, dengki, dan prasangka buruk dengan protokol penyembuhan melalui muhasabah, doa, dan terapi syukur; serta kesabaran (shabr) sebagai seni aktif yang meliputi ketaatan, menahan maksiat, dan menghadapi musibah, dengan penekanan pada momentum kesabaran sejak pukulan pertama dan pengisian spiritual lewat shalat. Bab terkait keputusan hidup besar memilih pasangan, pindah tempat tinggal, pendidikan anak, dan hubungan jarak jauh dilengkapi panduan islami dan psikologis untuk mengelola kebimbangan, kecemasan, dan komitmen, sekaligus menyeimbangkan tuntutan dunia dan kewajiban agama.

Strategi bangkit dan pemulihan menitikberatkan resiliensi spiritual yang berakar pada tawakal, sabar, syukur, dan ridha, serta pentingnya dukungan sosial, terapi syukur, dan visi akhirat sebagai kompas hidup. Ujian interaksi sosial seperti menghadapi orang toksik, perbedaan pendapat, ketidakadilan, dan memaafkan dijelaskan dengan prinsip etika islami yang selaras psikologi sosial, menegaskan ujian sosial sebagai ladang amal dan pembentukan akhlak mulia. Ujian kelebihan nikmat menyoroti bahaya zona nyaman, ujian kesyukuran, dan tanggung jawab amanah atas nikmat fisik, kecerdasan, dan kepemimpinan, mengajak pembaca menjaga keseimbangan hidup dan secara proaktif mencari ujian untuk meningkatkan derajat spiritual. Kemuliaan setelah ujian digambarkan sebagai janji Allah berupa peningkatan derajat, terkabulnya doa, ketenangan hati (sakinah), pengaruh positif bagi generasi mendatang, dan kesiapan pertemuan dengan Allah dalam keadaan suci dan berseri. Bab terakhir mengajak menyambut ujian sebagai tamu kehormatan, mengubah beban menjadi peluang, mengamalkan sabar, tawakal, dan syukur secara konsisten, serta menjadi agen penebar hikmah dan kekuatan bagi sesama, menjadikan setiap ujian anak tangga menuju kemuliaan abadi di sisi Allah SWT.