SINOPSIS:
Suatu pagi, di Manokwari, bulan Agustus tahun 2021. Langit di Manokwari berwarna biru jingga dan diselimuti angin Pegunungan Arfak yang sejuk masuk menembus tulang dengan cara yang lembut, tetapi pasti. Hermanus memulai menulis cerita ini menjadi karya Novel yang berjudul: Segitiga Cinta di Kampus.
Tatapan mata pertama dari Hermanus dengan Laima di Universitas Caritas Indonesia Papua Manokwari membuat jantung Hermanus berdetak kencang. Laima, seorang mahasiswi jurusan Fakultas Sastra Indonesia, terjebak dalam segitiga cinta yang rumit di kampus. Dia memiliki dua sahabat, Arifen dan Hermanus, yang keduanya memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Arifen, seorang anak dari orang tua yang berkecukupan dan mapan, selalu ada untuk Laima dan membuatnya merasa aman. Sementara itu, Hermanus, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen yang sederhana dengan keterbatasan ekonomi, memiliki hati yang lembut dan memiliki impian yang jelas membuat Laima merasa dipahami.
Hermanus memiliki sahabat terbaik dan supportif, Kevin Julio, yang selalu berada di sampingnya saat suka dan duka, menyemangati Hermanus untuk bangkit dari keterpurukan dalam luka yang dialaminya yang membekas.
Laima tidak tahu bagaimana memilih di antara Arifen dan Hermanus, karena dia tidak ingin kehilangan persahabatan mereka. Namun, ketika Arifen dan Hermanus mulai menunjukkan perasaan, Laima harus membuat keputusan yang sulit.
Sebuah Perjalanan Hati untuk Menemukan Kekuatan dalam Cinta dan Luka yang Pernah Tertinggal.












