Sinopsis: Pemilu adalah pesta demokrasi rakyat. Namun, bagaimana jadinya jika suara rakyat justru diperdebatkan hingga harus dihitung ulang? Buku ini menjadi bahan dan refrensi agar mengajak kita menyelami dinamika pemilu dan pilkada di Indonesia, ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) akibat adanya kesalahan teknis dari jajaran tingkat masyarat yang menimbulkan perselisihan. Melalui bahasa yang sederhana, buku ini menjelaskan bagaimana KPU sebagai Lembaga penyelenggara dan penanggungjawab terakhir di Kabupaten telah bekerja penuh waktu untuk menjaga kejujuran, keadialan dan integritas pemilu, mulai dari proses tahapan program dan jadwal mulai perencanaan sampai dengan rekapitulasi suara, tantangan yang diharadi di lapangan, hingga strategi meningkatkan partisipasi pemilih di tingakt masyarakat. Lebih dari sekadar cerita hukum dan politik, buku ini menggambarkan berbagai kendala nyata penyelenggara pemilu: keterbatasan sumberdaya manusia, regulasi yang berubah-ubah, anggaran, logistik, medan geografis yang berat serta upaya menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi lebih khusus pada KPU di daerah. “Demokrasi dan Suara Rakyat” bukan hanya catatan tentang pemilu, tetapi juga refleksi bagi kita semua: betapa pentingnya satu suara dalam menjaga tegaknya demokrasi sesuai asas pemilu langsung, umum, bebas, jujur dan adil, (luber jurdil), di bangsa dan negara Indonesia.
Peran KPU dalam Menjaga Suara Demokrasi
ISBN: Proses
Cetakan Pertama:
Ukuran Buku: 15,5 x 24 cm
Jumlah Halaman:
Nama Penulis: Yosak Saroi, A. Md, Par. S.H.,
Desain Cover: Dwi Prasetiyo
Layouter: Erina Rahmawanti






