Arus digitalisasi dan budaya instan tengah deras melanda generasi muda, sebuah penerbit baru hadir membawa semangat literasi yang segar. Pustaka Devata, penerbit independen yang menaruh perhatian besar pada peran kata dan narasi dalam membentuk peradaban.

Didirikan pada awal 2025, Pustaka Devata tidak sekadar menjadi rumah bagi karya-karya baru, tetapi juga membawa misi kultural yang mendalam: menghidupkan kembali semangat membaca dan menulis di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z. 

Hana Anindya , pendiri Penerbit Pustaka Devata menyebutkan bahwa Pustaka Devata  percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menyadarkan, dan bahkan menyembuhkan. Karena bagi Hana  buku adalah medium untuk menyebarkan cahaya pemikiran dan nilai-nilai kemanusiaan. 

Dengan semangat yang diusung, Pustaka Devata meyakini bahwa peradaban yang kuat dibangun dari kemampuan masyarakatnya dalam berpikir kritis, berempati, dan menyampaikan gagasan secara tertulis. Di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan penuh distraksi, buku tetap menjadi alat penting untuk membentuk karakter dan cara pandang generasi masa depan.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga fondasi untuk memahami dunia dan membentuknya kembali. Kami ingin menjadi bagian dari upaya itu,” tutup Hana. 

Melalui pendekatan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai lokal, Pustaka Devata  berharap dapat membangun ekosistem literasi yang lebih bermakna dan relevan dengan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.